|
Agar Anak tidak menjadi Pembohong |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 18 August 2010 11:12 |
 Mulai usia 4 sampai 7 tahun, anak tengah memasuki masa intuitif. Di masa ini, imajinasinya berkembang pesat, sehingga ia masih rancu membedakan antara realitas dan fantasi. Baginya, sinterklas atau superman , misalnya, adalah tokoh realitas. Atau, kala ia menjumpai kaki boneka lepas, misalnya, lantas digunakannya sebagai ulekan.
|
|
|
Jangan Pukul Balita Anda... |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 11 August 2010 08:18 |
 Menjadi orang tua tidaklah mudah. Dalam mengasuh anak, orang tua dituntut untuk selalu sabar dan telaten. Namun sayangnya, banyak para orang tua yang belum menyadari akan pentingnya hal ini. Bahkan, terkadang atas nama disiplin, orang tua tidak mampu mengendalikan emosi ini, akhirnya muncul dalam bentuk pukulan atau tindakan fisik terhadap anak.
Sangatlah mudah untuk mengucapkan larangan untuk memukul anak, namun disadari atau tidak, hal ini sulit untuk diterapkan. Namun, dari hasil penelitian menunjukkan, anak balita belum bisa memahami hubungan antara tindakannya yang bandel dalam anggapan orang tua, dengan pukulan yang diterimanya. Anak cuma merasakan sakit karena dipukul tanpa tahu sebabnya kenapa dia dipukul. Kalaupun anak- anak kita tidak lagi melakukan tindakan yang sama, hal ini bukan karena dia menyadari kenakalannya, tetapi karena perasaan takut akan dipukul lagi. Dengan kata lain, pukulan sama sekali tidak bisa mendisiplinkan anak atas kesadarannya sendiri!
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 15 June 2010 10:40 |
DULU, program bayi tabung dianggap jalan terakhir yang cukup 'mewah' bagi pasangan istri-suami yang belum dikaruniai momongan. Hmm... wajar memang bila terkesan eksklusif mengingat biaya yang dikeluarkan berkisar satu unit mobil.
Namun sekarang tak sedikit pasangan yang masa pernikahannya di bawah lima tahun melirik program ini. Uniknya, kini biaya program bayi tabung bisa dicicil loh Moms!
Wah, benarkah program bayi tabung 'putar haluan' menjadi bisnis yang menggiurkan? dr Andon Hestiantoro, SpOG (K), dan dr Aucky Hinting, SpAnd, PhD membeberkannya untuk Anda.
|
|
Last Updated on Wednesday, 18 August 2010 11:29 |
|
Mendengarkan Alqur'an mampu Meningkatkan Kecerdasan Bayi |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 15 June 2010 10:06 |
|
Berita tentang Al-Qur'an dapat merangsang tingkat inteligensia (IQ) anak, yakni ketika bacaan ayat-ayat Kitab Suci itu diperdengarkan dekat mereka, bisa menjadi kenyataan. Adalah Dr. Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitiannya tentang pengaruh bacaan Al-Qur'an dapat meningkatkan IQ bayi yang baru lahir dalam sebuah Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam sekitar tujuh tahun yang lalu.
|
|
Last Updated on Wednesday, 18 August 2010 11:31 |
|
Menyiasati Anak Hobi Merengek |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 16 May 2010 00:02 |
|
ANAK yang selalu merengek dan ngambek, bukan hanya karena dirinya bertabiat buruk. Bisa jadi anak merasa kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian lebih dari orangtua.
Seperti halnya orang dewasa, anak-anak pun sudah memiliki banyak harapan dan keinginan. Bila harapan ini tak tercapai, seperti orang dewasa pula, anak akan menampakkan sebuah bentuk rasa kecewa. Namun, wujud dari rasa kecewanya itu tentu saja berbeda dengan yang dilakukan orang dewasa. Anak akan cenderung menampakkannya dengan tangisan dan rengekan.
Seperti yang dialami seorang ibu asal San Francisco, Amerika Serikat, Anne Crawford, 42, yang memiliki tiga anak berusia 8–13 tahun. Dia telah mendengar rengekan anakanaknya selama bertahun-tahun. “Anak-anak saya ngambek soal melakukan tugas atau tentang bagaimana rasa tidak adil, kalau salah satu punya sesuatu dan yang lainnya tidak,” kata Crawford yang berprofesi sebagai peneliti lepas.
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |