ENGKE KUMAHA ?
Tuesday, 09 November 2010 06:28
Thamrin
KUMAHA ENGKE dan ENGKE KUMAHA. 2 kata yg mirip namun memilki makna yang sangat berbeda.
1. KUMAHA ENGKE menggambarkan prinsip manusia yg tidak memiliki rencana, yg menjalani hanya dengan insting, seolah olah usaha manusia tidak menentukan nasib hidupnya. Padahal manusia harus berencana Allah yg menentukan. Jika anda seorang wanita, apakah mau memilih lelaki yg jika ditanya, akan dimana kita tinggal? Lalu ia menjawab "Liat nanti aja ". Mau punya anak berapa? Lalu dijawab "Liat nanti aja". Mau kerja apa? Kembali dijawab "Liat nanti aja." Apa jadinya jika pemimpin tidak memiliki cita cita, atau rencana, padahal setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri atau keluarganya.
2. ENGKE KUMAHA : Ada kalimat di dalam Quran "Tidak akan berubah nasib sebuah kaum sampai mereka merubahnya sendiri". Begitu juga dengan rencana, buatlah rencana seindah mungkin, implementasikan dalam keseharian, impikan tiap malam, doakan setiap waktu, Insyaallah akan tercapai. Tau dong, di JACKIE CHAN ? Pernah dia menulis check US$1 Jt uuntuk menjadi pemain film termahal. Banyak orang menertawakannya. Namun dengan kerja kerasnya impiannya tercapai. Pada saat saya pensiun, saya berumur 32Tahun untuk umur tersebut sudah mulai sulit mencari pekerjaan, kalau pun saya memilih bekerjalagi saya sudah merasa cukup mengguluti dunia kerja yang bisa dikatakan statis dan cukup lambat perkembangannya. Akhirnya saya bulatkan tekad untuk tidak bekerja lagi. Ada proses didalamnya seperti halnya memasukan benang ke dalam lubang jarum. Banyak orang beranggapan bahwa umur 35tahun ke atas semuanya sudah terlambat, ohhh tentu tidak. Ada pujangga mengatakan bahwa LIFE BEGIN AT 40. Nikmatilah, dan sambutlah. Nabi aja diangkat pada umur 40thn. You choose guysss ..... KUMAHA ENGKE. Spending your whole time in the traffic jam or you may watch to see child grow?
|
MENTAL BISNIS
Wednesday, 27 October 2010 06:09
Thamrin
Begini contoh kasusnya : Jika anda sedang menjadi bisnis yang bisa dikatakan anda sudah cukup lama menjalaninya. HIngga suatu saat ada teman ada mau ikut bergabung untuk membantu penjualan produk anda, setelah berjalan beberapa saat secara bersama sama. Banyak hal hal yang dirasakan kurang oleh sahabat anda tersebut, dan anda pun diberikannya masukan. Karena seringnya permasalahan yang timbul tidak ada kunjung perbaikan akhirnya teman ada itu menjalani bisnisnya sendiri dan pada suatu saat anda temukan bahwa ternyata dengan perbaikan yang dia lakukan, teman anda dapat melakukannya lebih baik dan dapat mencetak penjualan lebih banyak dan lebih agresif lagi.
Lalu apa yang anda lakukan ? Ada 2 pilihan
- Anda akan tetap berhubungan baik dengannya dengan harapan anda dapat belajar dari perbaikan yang dia lakukan atau
- Anda memutus hubungan dengannya, jangankan menyapa, untuk menerima sms atau telphonenya saja tidak mau bahkan mungkin berjabat tangan pada hari raya tidak mau ?
Inilah kondisi yang banyak terjadi dilingkungan bisnis di sekitar kita, saya turut prihatin. Padahal dengan melakukan tindakan no.2 akan banyak kehilangan kita. Kita memutus tali silaturahim, kita memutus pintu rezeki kita sendiri, bisa jadi dengan tetap berhubungan, teman anda bisa menjadi pembeli besar bagi anda sendiri. Bukan begitu ?
Dengan tindakan no.1 ? Banyak sekali kekurangannya.
Apakah mental bisnis ini akan menjadi pilihan anda ? Saya yakin dengan memberikan tindakan atau perilaku yang paling baik akan memberikan anda kebaikan tersendiri. Saya teringat suatu tulisan di sebuah buku, APA YANG KAU LAKUKAN ADALAH SEBENARNYA UNTUK DIRIMU SENDIRI.
Thamrin
COndet, 27 Oktober 2010
Kesalahan-Kesalahan dalam Menjalani Puasa Ramadlan
Wednesday, 18 August 2010 11:43
Oleh Ustadz Budi Prasetyo
Bulan Ramadlan adalah bulan untuk menggiatkan kaum muslimin dengan ibadah. Di dalam bulan itu digelar berbagai macam ibadah, mupai dari puasa sebagai aktifitas utamanya, qiyamul lail, tilawah al-Qur’an, Shadaqah, dzikir, berdo’a, istighfar, memohon dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam sorga. Orang yang mampu menjaga waktunya, baik di siang hari maupun di malam hari, niscaya ia akan mendapatkan keberuntungan yang besar. Namun perlu diingat, bahwa amal yang diterima oleh Allah harus memenuhi dua syarat, yaitu benar secara syara’ dan ikhlas. Jika bulan Ramadlan diisi dengan berbagai ibadah dengan memenuhi kedua syarat tersebut, alangkah banyaknya pahala yang bisa dikumpulkan.
Tokoh Agama Mengecam Aksi Pembakaran Al-Quran Sedunia
Wednesday, 11 August 2010 08:05
Bob S
 Para tokoh agama di Indonesia yang tergabung dalam Gerakan Peduli Pluralisme mengecam rencana aksi pembakaran Al-Quran sedunia memperingati 9 tahun robohnnya World Trade Center pada 11 September 2001.
"Kami mengutuk rencana aksi pembakaran Al-Quran sedunia," kata Ketua Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia(MUI) Slamet Effendi Yusuf dalam jumpa pers, di Jakarta, Senin sore.
Rencana aksi pembakaran Al-Quran sedunia dilakukan oleh kelompok yang menamakannya dirinya Dove World Outreach Center berkantor di Florida, Amerika Serikat.
Last Updated ( Wednesday, 11 August 2010 08:10 )
Siapkah Jika Saya Pensiun Sekarang?
Saturday, 17 July 2010 07:17
Thamrin
Di dalam dunia ini semuanya tidak pasti dan tidak ada yang kekal. Begitu juga dengan pekerjaan kita, hari ini kita masih bekerja mungkin besok kita tidak bekerja lagi. Banyak hal yang mempengaruhinya, dunia bisnis yang tidak menentu, management yang buruk, kompetisi produk yang semakin tinggi, dunia ekonomi yang tidak menentu dan banyak lagi.
Ada baiknya hari ini kita merenung sejenak dan bertanya dalam hati, Jika harus pensiun hari esok sudah siapkan kita ? Apa yang akan kita lakukan untuk tetap menutupi kebutuhan kita sekarang? Apa yang harus disiapkan?
Karena kesibukan sehari hari setiap orang hampir tidak memikirkan hal hal seperti ini, padahal semuanya mungkin terjadi.
Ini adalah pengalaman pribadi penulis dalam menghadapi masa pensiun. Sekadar tips dan triks :
- Sebelum pensiun bicarakan dengan keluarga, hal ini penting agar mendapat dukungan dari keluarga untuk sama sama menghadapinya dengan tabah dan tenang.
- Buatlah daftar rencana kegiatan yang akan anda lakukan untuk mengisi masa pensiun.
- Berhati hatilah dengan pengeluran, cermati dengan membeli yang anda butuhkan bukan yang anda inginkan.
- Belajarlah dari sedikit bisnis yang telah anda pilih, jangan langsung mengeluarkan uang yang banyak. Sedikit demi sedikit.
- Ambil masa belajar bisnis tersebut hingga 1 - 2 th agar ada sirkulasi bisnisnya.
- Tetap membaca buku dan datangi seminar seminat gratis.
- Tetap menjaga tali silaturahim dengan teman teman yang masih aktif.
- Buatlah perkumpulan dengan teman teman yang memiliki bisnis yang sama, hal ini dilakukan agar mendapat masukan masukan mengenai bisnis yang sedang dijalankan.
- Jangan menyerah!
Namun dalam rangka mencari bisnis yang bagus untuk diri sendiri ini tidak harus menunggu sampai anda pensiun tapi dapat juga dilakukan sebagai sambilan, hanya saja ketika anda masih bekerja. Anda harus pintar membagi waktu agar bisnis sambilan anda tidak mengganggu pekerjaan di kantor.
Last Updated ( Wednesday, 11 August 2010 08:47 )
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |