Thursday, 23 September 2010 07:04
Last Updated on Thursday, 07 October 2010 00:31
Written by Thamrin
Sebutlah Mas Ono, telah bekerja selama 15 tahun di perusahaan itu. Manis dan pahitnya sudah dirasakan, dari bagian ke bagian lainnya, dari daerah satu ke daerah yang lainnya. Tak terasa umur sudah masuk kepala 4. Dia merasakan pekerjaan yang tidak bertambah mudah danjuga tidak bertambah dekat. Dari awalnya ia adalah pekerja yang langsung dibawah perusahaan sekarang dia adalah tenaga outsource. Suatu hari dia harus meninggalkan keluarganya untuk tempat dinas yang baru, padahal anak anaknya sudah mulai beranjak dewasa. Kesedihan mulai terasa.
Setelah beberapa lama tidak bertemu dengan penulis, ia banyak bercerita pengalamannya selama dimutasi. Dan betapa ia ingin memiliki usaha sendiri. Sehingga ia tidak terlalu bergantung hanya kepada 1 tempat. Banyak pertimbangan yang dipikirkan, karena minggu ini dia harus memutuskan menerima mutasi ke tempat yang lebih jauh lagi atau ia harus berhenti.
Saya melihat keputusannya adalah ia akan mengambil untuk berhenti. Saya lihat ia sangat memiliki usaha sendiri, walaupun saat ini istrinya dirumah sudah memiliki uasaha sendiri dengan menjual ATK di depan rumahnya.
Saya berpikir kenapa banyak banyak orang yang mau mulai memiliki usaha sendiri setelah berpojok pada posisi yang terjepit ? Tidakkah kita ingin memulai ketika kondisi kita stabil? Apakah harus memiliki pemicu untuk menyikapi suatu masalah?
Marilah kita ambil pelajaran dari Mas Ono, cobalah kita melihat potensi yang ada di diri kita yang lebih dalam. Bagaimana kita mengembangkannya dan dapat menjadikannya sebagai penopang kehidupan kita. Dengan memiliki usaha sendiri, anda akan menemukan dunia yang tidak batas, bebas mengekploitasi diri, bebas waktu dan bebas uang. Menemukan dunia yang baru dan lebih luas. Temukan kebahagiaan diri, lihat kesempatan yang tidak batas.
Condet, 23 September 2010
Add comment
Comments
RSS feed for comments to this post.